5 Jurusan Di Perguruan Tinggi Yang Bisa Membuat Miskin

Jurusan Di Perguruan Tinggi Yang Bisa Membuat Miskin
Mengecap ilmu pengetahuan di perguruan tinggi seringkali membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Itu berarti Anda harus memilih jurusan kuliah yang tepat agar kelak, pekerjaan yang diperoleh dapat membayar seluruh biaya kuliah. Meski begitu, tak semua jurusan kuliah dapat memberikan Anda peluang kerja yang sama. Jika Anda ingin memiliki penghasilan yang besar di kemudian hari, carilah jurusan kuliah yang kelak pekerjaannya dibutuhkan masyarakat.
Bukan rahasia lagi, kadang jurusan kuliah yang Anda inginkan tak selamanya bisa memberikan profesi berpenghasilan tinggi. Saat ini jurusan yang dapat memberikan pekerjaan tersebut biasanya terkait bidang teknologi. Sebaliknya, ada juga beberapa jurusan kuliah yang dapat mendaratkan Anda pada profesi berpenghasilan rendah dan membuat Anda miskin. Perhitungan menjadi miskin didasarkan pada akumulasi gaji rendah per tahun dari kemungkinan profesi yang diambil sesuai dengan jurusan kuliah.
Berikut adalah 5 Jurusan Di Perguruan Tinggi Yang Bisa Membuat Miskin :
1. Konseling dan Psikologi
Sangat mengejutkan, bahwa jurusan kuliah yang memungkinkan Anda memperoleh pekerjaan berpenghasilan rendah adalah konseling dan psikologi. Tak hanya lulusan dari jurusan ini memperoleh gaji yang rendah, tapi banyak juga yang akhirnya hanya menjadi pengangguran. Memang sangat sulit mempercayai bahwa banyak orang membayar mahal untuk mendapatkan pendidikan namun akhirnya bekerja dengan gaji rendah. Terlebih lagi jika tingkat pengangguran dari lulusan jurusan tersebut sangat tinggi.

HIDUP ITU TERLALU RUMIT UNTUK DITEBAK (KATA KEHIDUPAN)

Masalah akan membantumu memahami hidup ini lebih baik. Semua itu adalah proses pembelajaran tuk jadi pribadi yg BIJAKSANA.

Ketika kehidupan tidak kamu jalani dengan penuh kesungguhan, maka kamu akan menjalaninya dengan penuh kelemahan.

Tak ada yang salah dengan khayalan, karena hidup penuh dengan ilusi. Namun untuk mampu merealisasikannya membuatmu bahagia.

Jangan biarkan hidupmu penuh dengan sedih, marah, dan benci. Bebaskan diri dari rasa sakit masa lalu, lalu mulai hidupmu lagi.

Mungkin tuntutan dalam hidupmu terlalu berat, tapi Tuhanlah yg akan menyediakan dan memampukanmu.

Dalam hidup, kamu tak pernah benar-benar kalah, kecuali kamu memutuskan untuk berhenti mencoba.

Jika seseorang ingin menjadi bagian dari hidupmu, dia akan berusaha untuk jadi bagian dari itu. Tapi jika dia tak berusaha, dia tak serius.

Jika kamu tidak segera bangkit setiap kali kamu terjatuh, kamu akan tertinggal. Kehidupan akan terus berlangsung meskipun tanpamu. Continue reading

KISAH NYATA & MENGHARUKAN SEORANG MILANISTI SEJATI

ANDREA, SANG MILANISTI SEJATI.

andrea

Saya yakin anda penggemar setia sepak bola. Tidak peduli apakah anda seorang penggemar fanatik sebuah klub atau tidak. Ada satu cerita menarik yang ingin saya sampaikan pada kesempatan ini. Anda pasti kenal AC MILAN, klub raksasa Eropa asal Italia yang pada Mei tahun 2003 berhasil meraih trofi Liga Champion setelah mengalahkan Juventus di babak final. Bukan cerita dibalik adu penalti yang saya bahas, karena saya memang bukan komentator sepakbola seperti yang ada di layar televisi.

Beberapa bulan sebelum pertandingan final Liga Champion yaitu pada Maret 2003, ada kejadian heboh di kota Milano, markas besar AC MILAN. Waktu itu seorang penggemar setia MILAN yang bernama Andrea dan masih berumur 12 tahun menderita leukemia. Karena penyakitnya sudah tergolong kronis dan dokter juga sudah angkat tangan, Andrea pun tinggal menikmati detik detik terakhir hidupnya. Menjelang detik detik terakhir, sang bocah hanya memiliki satu permintaan. Menurut anda apa kira-kira permintaan si Andrea.?? Yang pasti si Andrea tidak meminta makanan yang enak, mainan yang canggih, rumah atau mobil mewah. Lalu apa dong..??? Andrea hanya punya satu harapan, dia berharap bisa melihat senyum Paolo Maldini, kapten AC MILAN, mengangkat Trofi LC untuk yang terakhir kali di dalam hidupnya. Alangkah terkejutnya sang kapten setelah mengetahui permintaan Andrea. Esoknya, Maldini dengan satu kostum merah hitam bernomor punggung 3, plus foto dan tanda tangannya datang ke rumah sakit tempat Andrea dirawat. Akan tetapi, semua menjadi sia sia karena sang bocah sudah keburu meninggal dunia. Apa mau dikata, niat baik dari sang kapten ternyata harus berakhir dengan keharuan. Continue reading